Capacity Building Garut HDG TEAM

Salah satu bagian dari Paket Wisata Tour Garut yang dikembangkan HDG TEAM adalah Capacity Building Garut, yang memiliki tujuan dan harapan agar bisa makin meningkatkan kerja sama dan bersinergi diantara para peserta Capacity Building yang memang merupakan sebuah team yang harus bisa menjalin kerja sama yang baik.

Sudah tak dapar dihitung dengan jari HDG TEAM, Trip Planner and Event Organizer dipercaya menjadi penyelenggara Capacity Building yang dilaksanakan dinas pemerintahan atau perusahaan swasta.Dinas Pemerintahan dan perusahaan yang melaksanakan Capacity Building di Garut dipastikan menghubungi HdG Team Trip Planner dan Event Organizer dimanapun tempat mereka menginap di Kabupaten Garut. Memang untuk berbagai perusahaan baik negeri dan swasta diperlukan pelaksanaan Capacity Building.

Info lengkap bisa anda hubungi kontak di bawah ini:



Apa yang dimaksud dengan capacity building?

Apa yang dimaksud dengan capacity?

Apa yang dimaksud dengan peningkatan kapasitas?

Pengembangan kapasitas adalah proses dimana individu dan organisasi memperoleh, meningkatkan, dan mempertahankan keterampilan, pengetahuan, peralatan, peralatan, dan sumber daya lain yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan mereka secara kompeten.

Capacity building (or capacity development) is the process by which individuals and organizations obtain, improve, and retain the skills, knowledge, tools, equipment, and other resources needed to do their jobs competently. It allows individuals and organizations to perform at a greater capacity (larger scale, larger audience, larger impact, etc). "Capacity building" and "Capacity development" are often used interchangeably.[1] This term indexes a series of initiatives from the 1950s in which the active participation of local communities’ members in social and economic development was encouraged via national and subnational plans.

Community capacity building is a conceptual approach toward social and behavioural change and leads to infrastructure development. It focuses on understanding the obstacles that inhibit people, governments, international organizations, and Non-Governmental Organizations (NGOs) from realizing the goals that will allow them to achieve sustainable results.

The term community capacity building emerged, in the context of international development, during the 1990s. Today, "community capacity building" is included in the programs of most international organizations that work in development. This includes organizations such as the World Bank, the United Nations, and non-governmental organizations like Oxfam International. The pervasive use of the term has resulted in controversy over its true meaning.

Community capacity building often refers to strengthening the skills of people and communities, in small businesses and local grassroots movements, in order to achieve their goals and overcome particular issues that may cause exclusion. Organizational capacity building is used by NGOs and governments to guide their internal development and activities.

Capacity building, as a practice, tends to treat the range of skills and competencies needed as linked to the immediate task. Martha Nussbaum's Capabilities approach[3] provides more depth to this theory. Alternatively, Paul James proposes the Circles of Social Life approach.

Menurut A. Fiszbein (1997) Capacity building fokus pada

    kemampuan tenaga kerja,
    kemampuan teknologi yang diwujudkan dalam organisasi atau kelembagaan,
    kemampuan kapital yang diwujudkan dalam bentuk dukungan sumber daya, sarana, dan prasarana.

Menurut D. Edade (1998), peningkatan kapasitas dilihat dalam tiga dimensi yaitu

    individu,
    organisasi,
    network.

Pengembangan dimensi individu dan organisasi merupakan kunci utama atau titik strategis bagi kinerja (Mentz, 1997), tetapi masuknya dimensi network ini sangat penting karena melalui dimensi ini individu dan organisasi dapat belajar mengembangkan diri dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Menurut World Bank peningkatan kemampuan fokus pada :

    pengembangan sumberdaya manusia, khususnya training, rekrutmen, pemanfaatan dan pemberhentian tenaga kerja profesional, manajerial dan teknis,

    organisasi, yaitu pengaturan struktur, proses, sumberdaya, dan gaya manajemen

    jaringan kerja interaksi organisasi, yaitu koordinasi kegiatan-kegiatan organisasi, fungsi jaringan kerja, dan interaksi formal dan informal,

    lingkungan organisasi, yaitu aturan dan perundang-undangan yang mengatur pelayanan publik, tanggungjawab dan kekuasaan antar lembaga, kebijakan yang menghambat tugas-tugas pembangunan, dan dukungan keuangan dan anggaran,

    lingkungan kegiatan yang luas, yaitu mencakup faktor politik, ekonomi, dan kondisi-kondisi yang berpengaruh terhadap kinerja.

Menurut UNDP, pengembangan kapasitas memfokuskan pada tiga dimensi yaitu

    tenaga kerja (dimensi sumberdaya manusia), yaitu kualitas SDM dan cara SDM dimanfaatkan,

    modal (dimensi phisik) yaitu menyangkut peralatan, bahan-bahan yang diperlukan, dan gedung,

    teknologi yaitu organisasi dan gaya manajemen, fungsi perencanaan, pembuatan keputusan, pengendalian dan evaluasi, serta sistem informasi manajemen.

Menurut United Nation, pengembangan kapasitas memfokuskan pada :

    mandat dan struktur legal,
    struktur kelembagaan,
    pendekatan manajerial,
    kemampuan organisasional dan teknis,
    kemampuan fiskal lokal,
    kegiatan-kegiatan program.

Pengembangan kelembagaan merupakan strategi penting agar suatu organisasi mampu :

    menyusun rencana strategis ditujukan agar organisasi memiliki visi yang jelas,

    memformulasikan kebijakan dengan memperhatikan nilai efisiensi, efektivitas, transparansi, responsivitas, keadilan, partisipasi, dan keberlanjutan,

    mendesain organisasi untuk menjamin efisiensi dan efektivitas, tingkat desentralisasi dan otonomi yang lebih tepat,

    melaksanakan tugas-tugas manajerial agar lebih efisien, efektif, fleksibel, adaptif, dan lebih berkembang. Dan pengembangan jaringan kerja, misalnya merupakan strategi untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama atau kolaborasi dengan pihak-pihak luar dengan prinsip saling menguntungkan.


Jadi memang sangat layak dan seharusnya para ASN atau perusahaan Swasta menyelenggarakan Capacity Building untuk bisa makin mempererat dan meningkatkan etos kerja mereka.
Capacity Building Garut HDG TEAM Capacity Building Garut HDG TEAM Reviewed by Situs Booking Hotel on Rabu, November 20, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.