Sejarah / Booking Hotel di Indonesia

Pertumbuhan dan perkembangan Hotel di Indonesia semakin pesat, hal tersebut bisa kita ketahui dari makin banyaknya hotel dan penginapan yang baru yang dibangun di beberapa kota dan provinsi yang ada di Indonesia.Dimana tempat yang terbaik untuk Booking Hotel di Indonesia saat ini? Bila anda ingin memilih travel pariwisata yang terbaik dan bisa membandingkan harga yang ditawarkan sekaligus melakukan reservasi dan pemesanan hotel, tak ada lagi tempatnya yang paling tepat selain melalui Situs Booking Hotel Online.Karena melalui situs hotel tersebut anda juga bisa memilih cara pembayaran yang beragam jenisnya.

Destinasi Hotel di Indonesia yang paling populer dan menjadi tujuan utama para wisatawan yang datang dan berkunjung ke Indonesia jumlahnya cukup banyak, anda dapat membacanya di bagian bawah informasi ini, Kami berikan dulu info tentang Sejarah Hotel di Indonesia dan dunia berikut ini.

Pada dasarnya keberadaan fungsi hotel adalah sarana penunjang kegiatan berpergian yang berjarak jauh dari tempat tinggal sehingga dibutuhkan sarana akomodasi untuk tempat beristirahat berupa kamar tidur.Bagi yang akan pesan hotel di Indonesia bisa melihat dan berkunjung ke Cara Booking Hotel.

Menurut Drs. Oka A.A. Yoeti, sejarah perhotelan sebenarnya sudah dimulai semenjak Mariam dan Yusuf membutuhkan tempat menginap sewaktu Mariam akan melahirkan Nabi Isa, hal ini sejalan dengan peradaban manusia yang selalu memerlukan tempat untuk berlindung sementara terhadap cuaca panas dan dingin dalam melakukan kegiatan perjalanan.
        
Pada masa kerajaan Romawi telah dibangun rumah penginanpan yang disebut “MANSIONES” yang berlokasi sepanjang jalan raya utama dengan jarak masing-masing sekitar 40 KM. Kemudian selama abad pertengahan, peraturan keagamaan di Eropa memerintahkan agar dibangun tempat-tempat menginap di sepanjang jalan yang dilalui orang ( road side inn ).
        
Pada waktu Perang Salib berkecamuk, banyak pengusaha rumah penginapan yang membangun tempat-tempat bagi para prajurit perang, juga bagi para peziarah yang sedang melancong ke tanah suci seperti tertulis di kitab Injil.
        
Selain itu, gereja-gereja yang ada juga memberikan pelayanan berupa penyediaan fasilitas beristirahat kepada para pelancong yang memerlukannya. Kebanyakan gereja pada waktu itu mempunyai dua buah dapur, yang satu untuk para Rahib yang tinggal disana dan yang lainnya untuk para pelancong yang bermalam. Tidak diambil pungutan biaya, tetapi diharapkan adanya sumbangan sukarela bagi mereka yang mampu.
        
Menurut  Jusupadi  Salmun SH, dalam  film -   film  Western  ( cowboy )  sekitar   tahun   1800 s.d 1900, sudah terdapat hotel yang bersebelahan dengan saloon dan bar restaurant, yang berarti sejak kehidupan tahun tersebut penyediaan hotel, motel, penginapan atau losmen telah dikenal orang sebagai sarana atau penunjang bagi para pelancong.

Hotel  dengan stadard yang lebih baik pertama-tama dibuat di Inggris, kemudian Perancis, Swiss dan beberapa negar terkenal lainnya. Sebuah penginapan di New York City menurut Willam S. Gray dan Salvatore C. Linguori telah memegang peranan penting dalam kancah Revolusi Hotel di Amerika.

Sebelumnya, sebuah Flat ( Mansion ) yang bernama De Lancey pada tahun 1762 telah berubah menjadi sebuah hotel dengan nama baru yaitu Queens Head Tavern. Dalam sejarahnya gedung ini tetap dipelihara dengan baik sebagai lambang yang mencerminkan masa lalu Amerika Serikat dan kini telah menjadi sebuah restaurant yang besar dengan nama Frannces Tavern. Kemudian menyusul hotel di Covent Garden tahun 1774 yang berdampingan dengan bioskop dekat Westminsfer di kota London.

 Beberapa kalangan Amerika menganggap hotel yang benar-benar hotel dengan 170 kamar didirikan di New York tahun 1794 dengan nama City Hotel.

Kemudian menyusul Boston’s Tremont House dengan 270 kamar di tahun 1829 yang tidak hanya memberikan pelayanan untuk tinggal sementara, tetapi juga menyediakan ruangan untuk converence bagi masyarakat setempat.
    
Sejak itu maka menyusul hotel-hotel seperti ini :
Thn 1830-1850 - berdirinya Hotel Aster, The Palmer House dan The Sherman House di Chicago, Hotel planters di St. Louis.
   
Thn 1865 - berdiri The St. Pancras Station and Hotel di London
   
Thn 1875 – berdiri The Palace di San Fransisco dengan biaya $ 5 Juta, merupakan hotel terbesar dan termegah pada saat itu dengan jumlah 800 kamar.
   
Thn 1880 – berdiri Ellsworth Milton Statler di New York, yaitu hotel pertama yang dibangun untuk kepentingan “Business Travellers” dan merupakan “Chain Hotel” pertama di dunia.
   
Thn 1894 – berdiri The Netherlands Hotel di New York sebagai hotel pertama yang menggunakan sambungan telepohone yang connecting ke dalam setiap kamarnya.
  
Thn 1896 – berdiri hotel The Waldorf Astoria di New York.
Satu hal yang dapat dicatat mengenai lokasi hotel sebelum dan sesudah tahun 1900 di Amerika dan Eropa, umumnya berlokasi tidak jauh dari station kereta api. Akan tetapi, ketika dunia telah mengenal mobil dan pesawat terbang, lokasi hotel tidak lagi tergantung pada station kereta api, karena pemenuhan aspek aksibilitas melalui alat transportasi sudah bersifat diversifikatif sekali.

Sejarah perkembangan perhotelan di Indonesia belum banyak terungkap, juga belum banyak buku yang mengungkapkan masalah ini. Indonesia telah dikenal di dunia pariwisata sejak sebelum Perang Dunia ke I, tetapi jumlah wisatawan yang berkunjung masih terbilang ribuan.  Seiring dengan perkembangan kedatangan wisatawan asing ke indonesia yang lebih memerlukan sarana akomodasi pariwisata bersifat memadai, maka semasa penjajahan kolonial Belanda, mulai berkembanglah hotel-hotel di Indonesia. Dari buku PARIWISATA INDONESIA DARI MASA KE MASA tercatat hotel-hotel yang sudah hadir pada saat itu diantaranya :

    Jakarta, dibangun Hotel Des Indes, Hotel Der Nederlanden, Hotel Royal dan Hotel Rijswijk.
    Surabaya, berdiri Hotel Sarkies dan Hotel Oranje.
    Semarang, berdiri Hotel Du Pavillion.
    Malang, Palace Hotel.
    Solo, Slier Hotel.
    Yogyakarta, Grand Hotel ( sekarang Hotel Garuda )
    Bandung, Hotel Savoy Homann, Hotel Preanger dan Pension Van Hangel ( kini Hotel Panghegar ).
    Bogor, Hotel Salak.
    Medan, Hotel de Boer dan Hotel Astoria.
    Makasar, Grand Hotel dan Staat Hotel.

Kebanyakan hotel-hotel itu sampai sekarang masih ada, ada yang menjadi Herritage, ada yang sudah direnovasi menjadi lebih baik dan ada juga yang telah diredevelopment total sehingga tidak ada lagi bentuk aslinya, seperti Hotel Des Indes yang dalam perkembangannya pernah menjadi Hotel Duta Indonesia, kini pertokoan Duta Merlin.
   
Setelah periode pemerintahan Orde Baru, pembangunan dan kehadiran hotel di Indonesia jauh dan sangat berkembang pesat. Terutama setelah masuknya beberapa chains ‘management’ hotel international yang banyak merambah ke kota-kota besar di Indonesia. Sejalan dengan berkembangnya hotel di indonesia ,wajah arsitektur hotel di Indonesia pun sangat berkembang dan inovative. Akan tetapi hal ini menjadi satu tolak ukur sejarah baru untuk Hotel di Indonesia.

Seiring dengan tumbuhnya dunia pariwisata Indonesia, sejarah Hotel di Indonesia pun turut andil menyukseskannya. Keberadaan hotel-hotel di Indonesia, tentu saja sangat dibutuhkan dalam industri pariwisata dan perhotelan, mengingat tanpa akomodasi yang memadai, mustahil turis untuk mau berkunjung.  Industri pariwisata Indonesia makin menanjak saat kepariwisataan di Bali mulai mendapatkan perhatian serius. Pada tahun 1963, dibangunlah Hotel Bali Beach, kemudian dalam tiga tahun berikutnya menyusul diresmikannya Pelabuhan Udara Ngurah Rai sebagai pelabuhan internasional. Pada perkembangannya baru-baru ini, Bali makin hotel dipenuhi turis-turis asing yang bisa kita jumpai di berbagai tempat, hingga di pelosok desa terpencil sekali pun.

Tak berbeda jauh dengan Bali, kehidupan pariwisata di daerah lain pun turut bangkit. Seperti di Malang, Jawa Timur, yang mempunyai beberapa objek wisata potensial. Yang paling mencuat dan didatangi pengunjung adalah kawasan Batu, dengan kontur daerah yang berbukit, perkebunan apel dan Selekta, sebuah objek wisata yang berhasil mengembangkan tulip, sehingga suasananya mirip dengan Belanda. Kota berhawa sejuk yang berjarak 90 km di sebelah selatan

Kota Surabaya ini, mulai tumbuh dan membenahi berbagai fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung. Seolah ingin melestarikan peninggalan bersejarah, pemerintah Kota Malang tetap mempertahankan berbagai yang dibangun pada jaman kolonial Belanda. Sebagai contoh, Hotel Pelangi, yang tergolong salah satu hotel tertua di kota yang kita kenal juga dengan sebutan Kota Pelajar itu. Hingga sekarang, hotel yang berlokasi di bilangan Jalan Merdeka ini, tetap menjadi hotel yang layak huni bagi pelancong dan malah memberikan sebuah keindahan tentang kenangan masa lampau lewat foto-foto “jadul” yang dipajang di dinding hotel.

Sementara, keadaan perhotelan di Bandung, juga tidak kalah semarak. Perkembangan beragam usaha, mulai dari distro, kuliner, kafe, home industry, dan factory outlet (FO), membuat Kota Kembang ini diserbu pengunjung. Khususnya di akhir pekan/libur, pengunjung yang datang ke Bandung begitu membludak. Sebagai imbasnya, bisnis hotel di Bandung ikut terdongkrak.  Berbagai kelas hotel, dari kelas melati hingga berbintang, dari harga yang murah hingga harga yang mahal, dapat ditemui dengan mudah di dekat pusat keramaian atau di seputar obyek wisata.

Kebanyakan hotel-hotel ini masih beroperasi hingga sekarang, ada yang menjadi Herritage Hotel, ada yang sudah direnovasi menjadi lebih baik dan ada juga yang telah di redevelopment total sehingga tidak lagi menyerupai bentuk aslinya, seperti Hotel Des Indes. Pada tahun 1960 hotel ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan diganti namanya menjadi Hotel Duta Indonesia. Pada tahun 1971 bangunan hotel ini dibongkar untuk didirikan pertokoan Duta Merlin. Foto disamping merupakan foto  Hotel Des Indes 1925-1940 (sumber : Google)

Setelah periode pemerintahan Orde Baru, pembangunan dan kehadiran hotel di Indonesia jauh berkembang pesat. Terutama setelah masuknya beberapa chains ‘management’ hotel international yang banyak merambah ke kota-kota besar di Indonesia. Sejalan dengan berkembangnya hotel di indonesia, wajah arsitektur hotel di Indonesia pun sangat berkembang dan innovative. Akan tetapi hal ini menjadi satu tolak ukur sejarah baru untuk Hotel di Indonesia.

1. Pantai Sumurtiga – Sabang

Mari kita mulai penjelajahan dari ujung paling barat Indonesia, Sabang. Di sini ada banyak tempat wisata menarik yang wajib Anda kunjungi, salah satunya adalah Pantai Sumurtiga yang terletak di Kota Sabang, Provinsi DI Aceh. Pantai berpasir putih ini memiliki garis pantai yang panjang dengan air lautnya yang berwarna biru muda, lengkap dengan pepohonan kelapa yang tersebar di sepanjang bibir pantai. Tak heran kalau banyak orang menyebut Pantai Sumurtiga sebagai Hawaii-nya Sabang. Selain berselancar dan menikmati keindahan bawah laut dengan ber-snorkeling ria, Anda juga bisa menginap di cottage yang banyak terdapat di sekitar pantai. Asyik sekali, bukan?

2. Danau Toba – Sumatera Utara

Anda tentu sudah tak asing lagi dengan tempat wisata yang satu ini, bukan? Ya, keindahan Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengahnya memang berhasil menarik perhatian wisatawan, tidak hanya lokal, tapi juga internasional. Danau Toba sendiri merupakan sebuah danau raksasa yang terbentuk akibat dari aktivitas gunung berapi. Danau ini memiliki panjang 100 km dan lebar 30 km dan disebut-sebut sebagai danau vulkanik terindah yang dimiliki Indonesia. Tidak hanya wisata danaunya yang menarik, di sini pengunjung juga bisa menjelajah kawasan hutan pinus di sekitar danau, menikmati pemandian air hangat, dan bermain-main di sekitar air terjun. Sudah? Tunggu dulu, di Pulau Samosir ada 2 desa wisata yang juga tak luput dari perhatian wisatawan, yakni Tomok dan Tuktuk. Di Tomok, Anda bisa mengunjungi makam Raja Sidabutar, Museum Batak, dan melihat pertunjukan boneka Sigale-gale. Mau bermalam di sini? Ada banyak penginapan murah di Tuktuk yang bisa Anda jadikan referensi. Lengkap sekali, bukan?

3. Ngarai Sianok – Bukittinggi

Jika sudah puas menjelajah tanah Sumatera Utara, sekarang giliran Anda untuk melangkahkan kaki ke Sumatera Barat, tepatnya di Kota Bukittinggi. Ya, kota dengan relief alam berbukit-bukit ini memang memiliki banyak tempat wisata cantik yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya adalah Ngarai Sianok. Bagi yang belum tahu, Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah sempit dengan bukit-bukit bertebing curam di sekelilingnya. Di tengah lembah ini mengalirlah sungai kecil yang membuat pemandangan semakin menakjubkan. Di sini, selain bersepeda, trekking, atau berjalan-jalan ringan, Anda juga bisa berdiam diri menikmati ketenangan yang ditawarkan Ngarai Sianok. Karena suasananya yang menenangkan itulah tempat wisata ini juga disebut Lembah Pendiam. Jika punya kesempatan menjelajah Bukittinggi, jangan lupa mampir ke sini, ya!

4. Sungai Kampar – Riau

Pernah membayangkan tidak bagaimana rasanya surfing di sungai? Ya, selama ini kita memang mengenal surfing alias berselancar sebagai olahraga air yang hanya bisa dilakukan di pantai dengan ombak yang besar. Kalau Anda main ke Riau, semua teori di atas akan dengan mudah terbantahkan. Pasalnya, di Riau ada satu tempat wisata yang sangat pas dijadikan arena berselancar bersama teman-teman, yakni Sungai Kampar. Terkenal dengan ombak Bono-nya yang bisa mencapai tinggi 6 meter, sungai yang terletak di Teluk Meranti, Kabupaten Palalawan, Riau, ini merupakan destinasi yang cocok untuk memuaskan hasrat berselancar Anda. Banyak peselancar mancanegara yang rela jauh-jauh datang ke Riau demi bisa menaklukkan ombak sungai yang terletak persis di garis ekuator ini. Bagaimana, tertarik menguji adrenalin di sini?

5. Anambas – Kepulauan Riau

Di Kepulauan Riau, ada satu tempat wisata dengan pemandangan alam yang begitu memesona dan tak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke sini. Ya, apa lagi kalau bukan Kepulauan Anambas? Seperti halnya Raja Ampat, tempat wisata yang pada 2013 lalu pernah dianugerahi sebagai Kepulauan Tropis Terbaik di Asia versi CNN ini memang menyimpan begitu banyak keindahan yang belum tersentuh tangan manusia. Laut biru dengan pasir putihnya yang lembut serta terumbu karang yang cantik dijamin akan menyihir siapa saja yang berkunjung ke sini. Konon saking cantiknya, pemandangan di sini sampai mengalahkan Maldives! Siap berlibur ke sini?

6. Candi Muaro Jambi – Jambi

Selama ini, dua candi yang paling banyak dikenal di Indonesia adalah Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Namun tahukah Anda, bahwa di tanah Jambi juga terdapat sebuah kompleks candi Hindu-Budha terbesar di Indonesia? Ya, Candi Muaro Jambi namanya. Tempat wisata bersejarah ini merupakan perpaduan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu dan diperkirakan sudah ada sejak abad 11 Masehi. Tempatnya yang menarik dan kaya akan nilai sejarah membuat Candi Muaro Jambi diresmikan sebagai Kawasan Wisata Sejarah Terpadu (KWST) pada 2012 silam oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak hanya wisatawan domestik, beberapa tahun belakangan wisatawan asing pun mulai berdatangan demi bisa menyaksikan langsung tempat yang dulunya pernah dijadikan sebagai salah satu pusat tempat peribadahan agama Budha Tantri Mahayana di negeri ini.

7. Fort Marlborough – Bengkulu

Jika kebetulan Anda sedang berada di Bengkulu dan menyenangi tempat wisata bernuansa sejarah, cobalah berkunjung ke Benteng Fort Marlborough, yang terletak di Teluk Segara, Kebun Keling, Bengkulu. Sedikit informasi, bangunan ini merupakan benteng peninggalan Inggris dan dibangun oleh EIC (East India Company) pada tahun 1713. Tujuan awal pembangunan benteng ini adalah sebagai titik pertahanan Inggris dari serangan musuh. Menurut cerita, Benteng Fort Marlborough merupakan benteng terkuat kedua di wilayah Timur yang pernah dibangun Inggris. Setelah berpindah tangan dari pemerintah Inggris ke Belanda, Belanda ke Jepang, Jepang ke Indonesia, sampai kembali diduduki oleh Belanda, benteng ini pun akhirnya resmi dikelola oleh Depdikbud setempat untuk dipugar dan dijadikan sebagai cagar budaya. Jika berniat ke sini, datanglah antara pukul 08.00 pagi sampai 17.00 sore, sebab tempat wisata ini hanya dibuka untuk umum pada jam-jam tersebut.

8. Museum Sultan Mahmud Badaruddin – Palembang

Selain terkenal dengan pempek kapal selamnya yang lezat, Palembang juga memiliki banyak tempat wisata menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Museum Sultan Mahmud Badaruddin. Tempat wisata bersejarah ini berlokasi di dekat kawasan wisata Benteng Kuto Besak. Museum yang terdiri dari 2 lantai ini merupakan bangunan tua peninggalan Belanda. Di sini, Anda bisa menjumpai beragam koleksi benda unik dari berbagai cabang ilmu, mulai dari arkeologi, biologi, etnografi, seni rupa, keramikologi, sampai numismatika yang hingga kini masih terawat dengan baik. Tidak hanya itu saja, Anda pun bisa melihat-lihat koleksi uang kuno, pakaian adat, model rumah limas, kain songket, alat musik, dan lain sebagainya. Tempat wisata ini sendiri dibuka muali pukul 08.00 pagi sampai 16.00 sore.

9. Pantai Parai Tenggiri – Bangka Belitung

Anda tentu sudah pernah menyaksikan film fenomenal Laskar Pelangi yang berlatar di Pulau Belitong, bukan? Selain alur cerita, apa yang menarik dari film itu? Ya, tentu saja lokasi pengambilan gambarnya. Di Belitung (orang setempat biasa menyebutnya Belitong) memang banyak terdapat pantai cantik dengan batu-batu sebesar rumah yang tersebar di bibir pantai, salah satunya adalah Pantai Parai Tenggiri. Berbeda dengan pantai lain pada umumnya, Parai Tenggiri memiiki struktur pantai yang landai dengan air laut berwarna hijau toska serta pasir putihnya yang lembut. Tidak hanya itu, ombak pantai yang tenang juga menjadi alasan wisatawan yang senang dengan kegiatan berenang. Selain berenang, Anda juga bisa memancing, parasailing, menyelam, snorkeling, dan masih banyak lagi yang lainnya. Ayo, liburan ke Bangka Belitung!

10. Taman Nasional Way Kambas – Lampung

Apa sih yang pertama muncul di pikiran Anda ketika mendengar kata Lampung? Kopinya yang harum dan penangkaran gajahnya yang terkenal itu? Ya, tidak salah, Lampung memang merupakan salah satu tujuan wisata yang pas bagi Anda yang ingin melihat penangkaran mamalia bertubuh besar yang satu ini. Adalah Taman Nasional Way Kambas yang terletak di Kecamatan Labuhan Timur, Lampung. Tempat wisata yang dikelola oleh Kementerian Perhutanan ini pertama kali dibangun pada tahun 1985 dan merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia. Selain merupakan tempat konservasi dan pelatihan gajah, di TNWK juga terdapat International Rhino Foundation yang difungsikan sebagai tempat penangkaran badak dari kepunahan. Untuk bisa masuk ke sini, Anda hanya akan dikenai tiket masuk sebesar Rp30.000 per orang. Murah sekali, bukan?

11. Pulau Peucang – Banten

Setelah puas menjelajah tanah Sumatera, mari menyeberang ke arah selatan, yakni Pulau Jawa. Di ujung paling barat Pulau Jawa sendiri terdapat sebuah tempat wisata menarik yang tak boleh dilewatkan, yakni Pulau Peucang. Pulau in terletak persis di sebelah timur Taman Nasional Ujun Kulon dan memiliki pemandangan yang begitu memesona. Di pulau yang sudah disahkan menjadi situs warisan budaya UNESCO ini Anda bisa dengan mudah menjumpai aneka flora dan fauna khas Banten, seperti rusa, banteng Jawa, merak hijau, lutung, dan sebagainya. Untuk bisa menikmati pasir putih dan birunya laut Pulau Peucang, Anda perlu melalui dermaga penyeberangan yang terdapat di Kecamatan Sumur (sekitar 9 jam dari Tangerang). Namun percayalah, rasa lelah akan terbayar begitu Anda menginjakkan kaki di surga tersembunyi yang dimiliki Banten ini.

12. Kepulauan Seribu – DKI Jakarta

Jakarta ternyata tidak melulu soal macet, gedung-gedung pencakar langit, hotel dan pusat perbelanjaan mewah, lho. Jika mau bergeser sedikit ke arah utara di Kepulauan Seribu, Anda akan menemukan Jakarta yang berbeda. Ya, di sini terdapat sebuah tempat wisata bertajuk Taman Nasional Kepulauan Seribu yang tidak hanya dijadikan sebagai zona konservasi, tapi juga tempat wisata. Selain itu, Kepulauan seribu juga memiliki banyak pulau cantik yang sangat cocok dijadikan destinasi liburan akhir pekan, beberapa di antaranya adalah Pulau Kahyangan, Pulau Pabelokan, Pulau Bidadari, Pulau Onrust, dan masih banyak lagi yang lainnya. Karena air lautnya jernih dan berpasir putih, tempat ini merupakan spot yang sangat cocok untuk menyelam, snorkeling, dan aktivitas air yang lainnya. Untuk mencapai Kepulauan Seribu, Anda harus menyeberang menggunakan kapal yang disediakan di Pelabuhan Ancol selama 3 jam perjalanan.

13. Kawah Putih – Bandung, Jawa Barat

Bergeser ke Provinsi Jawa Barat, di Bumi Pasundan, Bandung, ada banyak tempat wisata dengan pemandangan memesona yang wajib Anda kunjungi, salah satunya adalah Kawah Putih yang terletak di Ciwidey, Bandung. Terletak sekira 50 km arah selatan Kota Bandung, objek wisata ini merupakan sebuah danau vulkanis yang dihasilkan dari letusan Gunung Patuha. Karena tercampur dengan unsur belerang, tanah di kawasan wisata ini seluruhnya berwarna putih. Yang menarik, danau di sini juga bisa berubah warna sesuai dengan kadar belerang, suhu, serta iklim. Karena letaknya berada pada ketinggian 2.400 dpl, cuaca di sini terbilang cukup dingin sehingga Anda disarankan untuk memakai jaket tebal. Untuk bisa menikmati keindahan Kawah Putih, Anda cukup membayar tiket masuk seharga Rp15.000. Di lokasi, ada banyak fasilitas yang bisa Anda nikmati, mulai dari musala, restoran, area parkir, dan transportasi dari gerbang sampai kawah.

14. Pelabuhan Ratu – Sukabumi

Pernah mendengar legenda Nyi Roro Kidul? Ya, salah satu tempat yang sering disebut-sebut sebagai lokasi persemayaman Ratu Laut Selatan adalah Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Pelabuhan Ratu sendiri merupakan pantai paling terkenal yang ada di Sukabumi, hal ini tidak lepas dari mitos yang beredar di masyarakat tersebut. Pantai ini memiliki karakter khas pantai selatan, yakni pasir cokelat dengan ombak yang cukup tinggi serta bibir pantai yang dihiasi bebatuan besar. Di sini ada satu hotel bersejarah yang pembangunannya diinisiasi oleh Presiden Soekarno, yakni Samudera Beach Hotel.

15. Kota Lama Semarang – Jawa Tengah

Dari Jawa Barat, mari beranjak ke arah timur, tepatnya di Kota Semarang yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah. Semarang sendiri merupakan kota yang cukup unik karena memiliki beragam tempat wisata, mulai dari wisata sejarah, wisata alam, wisata budaya, kuliner, dan sebagainya. Nah, salah satu tempat wisata bersejarah di Semarang yang cukup terkenal dan masih dikunjungi wisatawan hingga hari ini adalah kawasan Kota Lama. Pada zaman dulu, kawasan peninggalan pemerintah kolonial Belanda ini merupakan pusat perdagangan dengan luas sekitar 31 hektar. Di sini, banyak bangunan kuno berarsitektur Belanda yang sarat akan nilai sejarah, di antaranya adalah Stasiun Tawang, Polder Air Tawang, Gereja Blenduk, Jembatan Mberok, serta kawasan pertokoan. Pun karena kota ini didesain mirip kota-kota di Belanda, kawasan Kota Lama Semarang dijuluki dengan The Little Netherlands.

16. Kepulauan Karimun Jawa – Jepara, Jawa Tengah

Di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di bagian utara Pulau Jawa, ada satu tempat wisata menarik yang banyak dirujuk wisatawan sebagai destinasi liburan akhir pekan, tidak hanya wisatawan domestik, tapi juga mancanegara, yakni Kepulauan Karimun Jawa. Tempat wisata yang masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara ini merupakan titik paling pas untuk menikmati surga bawah laut dengan 90 jenis karang laut dan 240 lebih spesies ikan yang luar biasa cantik. Selain itu, Anda juga bisa menikmati hutan mangrove dan melihat satwa khas di tempat wisata yang dijuluki sebagai Pulau Karibia-nya Jawa ini, seperti rusa, kera, penyu, beragam spesies burung, dan masih banyak lagi yang lainnya.

17. Gereja Ayam – Magelang, Jawa Tengah

Anda yang sudah menonton film AADC 2 tentu tidak lupa dengan salah satu spot pertemuan Rangga dan Cinta, bukan? Ya, Gereja Ayam namanya. Gereja yang pernah dijadikan tempat rehabilitasi ini memiliki desain yang unik mirip ayam, oleh karena itulah gereja ini disebut Gereja Ayam. Satu hal menarik yang bisa kita nikmati ketika berada di sini adalah menyaksikan megahnya Candi Borobudur dari kejauhan. Tidak hanya itu, tempat wisata ini juga merupakan titik yang cocok untuk melihat matahari terbit ditemani kabut. Sedikit saran jika ingin melihat pemandangan matahari terbit, datanglah pada waktu subuh.

18. Pantai Siung – Gunungkidul, Yogyakarta

Selain kaya akan wisata sejarah, budaya, dan kuliner, Yogyakarta juga memiliki banyak tempat wisata cantik yang tak kalah dengan yang ada di luar negeri, salah satunya adalah Pantai Siung di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai yang terletak di Kecamatan Tepus ini memiliki pesona yang sungguh memikat. Tidak hanya pasir putih dan air lautnya yang biru, suasana di pantai ini juga terbilang tenang karena belum banyak dikunjungi orang, sehingga sangat cocok buat Anda yang ingin berelaksasi menyegarkan pikiran. Sekadar saran jika ingin ke sini, pakailah kendaraan pribadi karena jalan menuju lokasi dikelilingi oleh perbukitan kapur dan ladang palawija. Meski memakan waktu 2 jam dari pusat Kota Jogja, rasa lelah akan terbayar lunas begitu Anda sampai di lokasi.

19. Canting Mas Puncak Dipowono – Kulon Progo, Yogyakarta

Masih dari bumi Ngayogyakarta, di Kabupaten Kulon Progo ada sebuah tempat wisata yang menawarkan pemandangan luar biasa cantik untuk para wisatawan, yakni Canting Mas Puncak Dipowono yang terletak di Desa Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, satu lokasi dengan wisata alam Kalibiru yang terkenal itu. Objek wisata ini menawarkan pemandangan Waduk Sermo yang mahaluas itu. Di sini, Anda juga bisa melihat Kota Wates, Bantul, dan Jogja dari ketinggian. Selain itu, Anda juga bisa menikmati kesyahduan matahari terbit dan terbenam dari Puncak Dipowono. Nah, buat Anda yang senang fotografi, tempat wisata yang satu ini sangat wajib Anda sambangi.

20. Air Terjun Kedung Pedut – Kulon Progo, Yogyakarta

Selain Canting Mas Puncak Dipowono, masih banyak tempat wisata menarik lain di Kulon Progo yang tak kalah cantik, salah satunya adalah Air Terjun Kedung Pedut. Berlokasi di Girimulyo, Kulon Progo, Jogja, objek wisata air ini sangat cocok dikunjungi Anda yang merasa penat dengan rutinitas sehari-hari. Suara gemericik air ditambah hawa sejuk khas pegunungan dijamin akan membuat pikiran Anda segar kembali. Di sini, Anda bisa puas bermain air sampai sore tanpa perlu mengeluarkan banyak uang. Yang menarik dari objek wisata yang satu ini adalah warna airnya ada dua macam: biru dan putih. Ini karena warga setempat masih sangat telaten menjaga keasrian tanah kelahiran mereka. Untuk menuju ke lokasi curug (air terjun), Anda diharuskan menapaki jalur setapak selama kurang lebih 15 menit. Meskipun lelah, semua letih akan terbayar ketika telinga sudah mendengar suara gemericik air dari kejauhan. Siap liburan di Kulon Progo?

21. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru – Jawa Timur

Jawa Timur memiliki satu pesona wisata yang kecantikannya tak terbantahkan, bahkan oleh wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Ya, apa lagi kalau bukan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru? Tempat wisata berupa taman nasional yang terletak di 4 kabupaten di Jawa Timur ini sendiri memiliki banyak objek menarik yang tidak boleh dilewatkan, mulai dari Gunung Bromo dan semeru, lautan pasir, Pantai Berbisik, Air Terjun Madakaripura, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, dan lain-lain yang semuanya cantik. Akses menuju TNBTS ini terbilang cukup mudah, Anda hanya perlu mengikuti rute menuju Gunung Bromo. Meskipun jalannya cukup ekstrem, semua akan terbayar tuntas jika Anda sudah sampai di lokasi.

22. Kawah Ijen – Banyuwangi, Jawa Timur

Eksotisme Jawa Timur tidak berhenti di Gunung Bromo dan sekitarnya, lho. Di Banyuwangi ada satu tempat wisata menarik yang sangat terkenal di kalangan wisatawan, yakni Kawah Ijen. Kawah Ijen merupakan danau belerang terbesar di Pulau Jawa. Yang menarik, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan kawah berwarna toska dan biru api pada tengah malam menjelang subuh. Untuk bisa mencapai puncak kawah, Anda harus mendaki tebing sepanjang 3 km dengan kemiringan pendakian sekitar 25-30 derajat. Meski melelahkan, seluruh penat yang terasa akan hilang seketika begitu sampai di tempat wisata nan memesona ini. Sudah siap melancong ke Jawa Timur?

23. Tugu Khatulistiwa – Pontianak, Kalimantan Barat

Dari Pulau Jawa, mari meloncat ke Kalimantan. Di Kalimantan Barat, tepatnya Kota Pontianak, terdapat satu tempat wisata yang sangat sering dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan, yakni Tugu Khatulistiwa. Tugu yang terletak persis di Jalan Khatulistiwa ini dibangun sebagai penanda garis lintang nol derajat bumi. Setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, Tugu Khatulistiwa ini menjadi lokasi diperingatinya Hari Kulminasi Matahari. Titik kulminasi merupakan titik ketika posisi matahari persis berada di atas garis khatulistiwa. Pada saat peristiwa ini berlangsung, bayangan benda akan menghilang selama beberapa detik. Peristiwa ini selalu menjadi hiburan menarik bagi warga dan wisatawan yang kebetulan berkunjung pada hari tersebut. Hal menarik lain yang bisa Anda peroleh usai mengunjungi tugu ini adalah piagam bukti perlintasan garis khatulistiwa. Dalam piagam tersebut akan tertera nama dan waktu kapan pengunjung melintasi garis khatulistiwa. Wah, unik juga, ya.

24. Pulau Derawan – Kalimantan Timur

Di Provinsi Kalimantan Barat ada satu tempat wisata yang keindahannya mampu menarik perhatian wisatawan lokal dan internasional. Ya, Pulau Derawan jawabannya. Pulau cantik ini sendiri menawarkan pesona laut biru dengan pemandangan bawah laut yang luar biasa memesona. Begitu cantiknya, objek wisata ini sampai berhasil menduduki peringkat ketiga sebagai tempat menyelam bertaraf internasional. Di sini, Anda bisa bebas bermain dengan penyu sambil berjemur di pantai pasir putihnya yang menawan. Selain menyediakan peralatan menyelam, di sini juga terdapat cottage dan restoran untuk menunjang kebutuhan liburan para wisatawan. Untuk menuju ke sini pun aksesnya sangat mudah, Anda hanya perlu menuju Tanjung Redep dengan menggunakan pesawat DAS, Deraya, atau KAL Star, lalu dilanjut dengan menyewa motorboat menuju Pulau Derawan.

25. Jembatan Barito – Kalimantan Selatan

Di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ada satu tempat wisata yang sangat terkenal dan tak pernah sepi peminat, terutama pada akhir pekan, yakni Jembatan Barito. Dinamakan demikian karena jembatan dengan panjang 1.082 meter ini melintas di atas Sungai Barito dan menghubungkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Jembatan ini sendiri pertama kali diresmikan pada tahun 1997 oleh Presiden Soeharto dan menjadi ikon Kota Banjarmasin. Menjelang sore, banyak wisatawan berkunjung ke sini sekadar untuk menikmati indah dan luasnya Sungai Barito. Yang menarik, di bagian bawah jembatan terdapat sebuah pulau kecil bernama Pulau Bakut, jadi warga setempat juga sering menamakan tempat wisata ini sebagai Jembatan Bakut.

26. Pantai Batu Lamampu – Nunukan, Kalimantan Timur

Pesona Kalimantan memang takkan pernah habis untuk dijelajahi. Dan salah satu tempat wisata paling terkenal di provinsi ini adalah Pantai Batu Lamampu yang terletak di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Di pulau ini terdapat sebuah hamparan pantai nan cantik. Suasananya yang tenang dan bersih serta dihiasi batu karang raksasa membuat tempat ini cocok dijadikan tujuan wisata akhir pekan bersama keluarga dan orang-orang terkasih.

27. Nusa Dua - Bali

Usai puas menjelajah Kalimantan, mari bergeser ke Pulau Dewata, Bali. Siapa yang tak terkenang dengan keindahan Pulau Seribu Dewa yang satu ini? Pesonanya yang begitu memikat pun sampai membuat wisatawan mancanegara berbondong-bondong melancong ke sini setiap tahunnya. Nah, di Bali ada satu tempat wisata yang begitu cantik, yakni Nusa Dua. Objek wisata pantai ini memiliki pasir putih yang lembut dengan air lautnya berwarna biru jernih. Selain bisa berselancar di pantainya, Anda juga akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang ada di sekitar lokasi, mulai dari penginapan dan resort berkelas internasional, restoran, pusat-pusat perbelanjaan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

28. Pura Luhur Uluwatu – Bali

Bali dijuluki sebagai Pulau Seribu Pura karena di sini terdapat banyak sekali pura sebagai tempat pemujaan kepada dewa-dewa, salah satunya adalah Pura Luhur Uluwatu yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung, Bali. Pura ini sendiri terletak di atas batu karang yang terjal dengan ketinggian sekitar 97 meter dari permukaan laut. Dari atas tebing, wisatawan bisa menyaksikan kemegahan Samudera Hindia yang biru sejauh mata memandang. Tidak hanya itu, letak pura yang berada di ujung barat daya Pulau Bali membuat tempat wisata ini digadang-gadang wisatawan sebagai lokasi paling baik di antero Bali untuk melihat matahari terbenam. Pura Watu juga dikenal sebagai lokasi terbaik untuk melihat pertunjukan Tari Kecak yang biasanya dimulai pukul 18.15 persis ketika matahari mulai kembali ke peraduannya.

29. Gili Trawangan – Nusa Tenggara Barat

Selain Bali, provinsi lain di Indonesia yang sering dikunjungi wisatawan asing adalah Nusa Tenggara Barat. Maklum saja, di sini ada banyak sekali tempat wisata alam yang tak kalah cantik dan menarik. Anda tentu pernah mendengar tentang pesona Gili Trawangan di NTB, bukan? Ya, Gili Trawangan memang memiliki pantai dengan panorama yang eksotis. Siapa pun yang berkunjung ke sini pasti akan tersihir dengan keindahan alamnya. Paduan langit biru, air laut yang jernih berkilauan terkena pantulan cahaya matahari, dan pasir putih yang halus bak permadani akan semakin menyempurnakan liburan Anda bersama orang terkasih di sini. Pantai ini juga punya pesona bawah laut yang menakjubkan, lho. Jika Anda mendambakan suasana pantai yang lebih sepi, datanglah ke pantai di sisi barat karena suasana di sini tak seramai pantai Gili Trawangan di sisi timur yang ramai oleh aktivitas warga setempat.

30. Gunung Rinjani – Lombok, NTB

Selain Gili Trawangan, di NTB juga terdapat satu tempat wisata lain yang tak kalah popular di kalangan wisatawan, yakni Gunung Rinjani. Gunung ini merupakan gunung berapi tertinggi kedua yang ada di Indonesia. Setiap tahunnya, ada ratusan ribu pendaki yang berjuang menaklukkan puncak Rinjani pada ketinggian 3.726 mdpl tersebut, terlebih pada saat menjelang 17 Agustus. Konon, Gunung Rinjani merupakan gunung dengan pemandangan terindah se-Asia. 

Di sini juga terdapat hamparan bunga edelweiss dan Danau Segara Anak yang merupakan spot menarik para pendaki untuk mendirikan tenda, mandi air hangat, maupun memancing ikan. Nah, sebelum memutuskan untuk mendaki, buatlah persiapan sematang mungkin. Tidak hanya bekal mendaki, tapi juga mental dan stamina. Kebanyakan pendaki menyerah di tengah jalan karena tidak punya persiapan yang matang.

31. Taman Nasional Gunung Kelimutu – Flores, NTT

Puas menjajaki NTB, sekarang penjelajahan kita lanjutkan ke NTT. Nusa Tenggara Timur juga memiliki tempat wisata dengan panorama yang tak kalah menakjubkan dibandingkan NTB, lho, salah satunya adalah Taman Nasional Gunung Kelimutu. Taman ini terdiri dari bukit-bukit landai dan bergunung-gunung, dengan Gunung Kelibara setinggi 1.731 meter sebagai puncak tertingginya. Selain itu, di sini juga tedapat Gunung Kelimutu dan danau 3 warna yang terletak di puncak Gunung Kelimutu itu sendiri. Satu hal yang menarik, masyarakat sekitar menganggap bahwa perbedaan warna di setiap kubangan danau merupakan sesuatu yang keramat, maka tidak heran kalau di sini masih sering diselenggarakan upacara atau ritual khusus lengkap dengan sesajinya dalam rangka memohon keselamatan dan keberkahan.

32. Pantai Losari – Makassar, Sulawesi Selatan

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan Pantai Losari, bukan? Meskipun belum pernah menginjakkan kaki di sana, umumnya orang Indonesia tahu persis di mana pantai ini berada. Ya, di Makassar, Sulawesi Selatan. Pantai ini merupakan tempat wisata yang menjadi primadona warga sekitar dan siapa pun yang berkunjung ke Makassar. Di sini, Anda bisa duduk santai di pinggir pantai menikmati angin sepoi-sepoi ditemani camilan khas yakni pisang epe. Suasana pantai akan semakin ramai menjelang sore karena Losari adalah tempat favorit banyak orang untuk melihat matahari terbenam. Meskipun pantai, objek wisata ini tidak memiliki pasir jadi jangan harap Anda bisa membangun istana pasir di sini. Selain itu, Anda juga tidak diperkenankan berenang di sini karena pantai ini cukup dalam.

33. Wakatobi – Sulawesi Tenggara

Wakatobi merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara dengan panorama alam yang begitu memukau. Wakatobi sendiri merupakan akronim dari nama-nama pulau besar yang ada di sana: Wanci, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Selain memiliki bentang alam dengan pantai biru berpasir putihnya yang menawan, Wakatobi juga terkenal sebagai tempatnya para pandai besi berasal. Konon, parang dan pisau yang dibuat oleh penduduk Wakatobi lebih tajam, kuat, dan antikarat. Oleh sebab itu, tempat wisata ini juga mendapat julukan Kepulauan Tukang Besi. Nah, salah satu objek wisata favorit di sini adalah Pulau Hoga. Pulau ini memiliki pemandangan yang sangat cantik, asri, dan sejuk karena di bibir pantai banyak terdapat pohon kelapa dan pinusnya. Selain itu, di sini juga banyak terdapat cottage dengan desain khas rumah adat Buton. Buat Anda yang ingin berbulan madu, Pulau Wakatobi adalah pilihan yang pas.

34. Taman Nasional Kepualauan Togean – Sulawesi Tengah

Mungkin masih banyak yang belum mengenal tempat wisata menarik di Sulawesi Tengah yang satu ini—Taman Nasional Kepulauan Togean. Padahal, kepulauan ini merupakan tempat yang terkenal kaya akan terumbu karang serta biota laut yang langka dan dilindungi. Oleh karena itulah, kawasan pantai di kepulauan ini sangat cocok jika dijadikan titik menyelam atau sekadar snorkeling, terutama di Pulau Kadadiri. Cukupkah keindahan alam Togean hanya sampai di situ? Ternyata tidak. selain lautnya biru dan berpasir putih, pulau ini juga diselimuti oleh vegetasi tumbuhan yang subur dan rimbun, serta dihiasi oleh bukit-bukit karang yang cantik. Kecantikan-kecantikan itulah yang membuat banyak wisatawan rela jauh-jauh ke Sulawesi Tengah demi bisa merasakan sedikit potongan surga di tanah Sulawesi. Anda tertarik berlibur ke sini?

35. Pantai Dato Majene – Sulawesi Barat

Tanah Sulawesi memang menyimpan sejuta keindahan alam yang takkan pernah habis dinikmati, salah satunya adalah Pantai Dato Majene yang berjarak 7 km berkendara dari pusat Kota Majene. Tidak hanya dihiasi dengan pasir putih bak permadani dan air lautnya yang biru begitu membius siapa saja yang bertandang ke pantai berbatu karang dan berbukit ini. Ketika berlibur di sini, ada banyak aktivitas seru yang bisa Anda lakukan, seperti berenang, bermain pasir, snorkeling, memancing, serta menikmati indahnya matahari terbenam dari balik bukit. Untuk urusan akomodasi, tidak jauh dari tempat wisata ini ada beberapa hotel dan penginapan yang bisa Anda singgahi.

36. Taman Laut Bunaken – Manado, Sulawesi Utara

Indonesia memiliki banyak taman laut dengan pemandangan yang cantik-cantik, salah satunya adalah Taman Laut Bunaken yang bertempat di Provinsi Sulawesi Utara. Taman ini sendiri merupakan kawasan konservasi terumbu karang dan biota laut lain dengan luas 890,65 km yang dijadikan tempat wisata dan dibuka untuk umum. Karena terletak di segitiga terumbu karang, di sini kita akan dengan mudah menemukan 390 spesies terumbu karang dan 90 jenis ikan, reptil, mamalia, serta moluska. Semua keindahan bawah laut tersebut bisa dinikmati dengan snorkeling. Hingga hari ini, Taman Laut Bunaken masih menjadi destinasi wisata andalan yang tak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Manado. Sedikit saran jika ingin berkunjung ke sini, datanglah sekitar bulan Mei sampai Agustus karena pada bulan-bulan itu air laut sedang sangat jernih dan suhu sedang hangat-hangatnya.

37. Pantai Ora – Maluku

Bagi pasangan pengantin baru yang masih bingung menentukan lokasi bulan madu yang pas, cobalah datang ke Pantai Ora di Maluku. Pantai ini memiliki pemandangan yang begitu eksotis. Jernihnya air laut dan pasir putih dengan latar belakang tebung kapur yang kokoh dan megah, serta lokasi pantai yang tertutup pepohonan tropis yang rimbun akan membuat suasana bulan madu semakin romantis. Tidak hanya cantik, tempat wisata ini juga sangat tenang karena letaknya cukup terpencil dan jauh dari pusat kota. Bagi Anda yang berencana ingin menghabiskan waktu liburan di Pantai Ora, bawalah uang tunai dalam jumlah cukup karena di sekitar lokasi tidak ada ATM. Selain itu, di sini juga hanya terdapat satu restoran, oleh karena itu wisatawan disarankan untuk membawa bekal makanan atau makanan ringan sendiri.

38. Halmahera – Maluku Utara

Selain Taman Laut Bunaken, ada satu spot cantik untuk melihat keindahan biota laut dan terumbu karang di Indonesia, yakni di Kepulauan Halmahera. Keindahan alamnya yang masih terus terjaga hingga sekarang membuat Halmahera disebut sebagai lokasi penyelaman paling bagus yang pernah ada. Yang luar biasa, dari sekitar 450 spesies terumbu karang yang ada, 56%-nya terdapat di Halmahera. Menarik sekali, bukan? Tak heran kalau tempat wisata yang satu ini selalu menjadi jujugan bagi siapa saja yang hobi menghabiskan waktu menekuri keindahan alam bawah laut. Salah satu pulau cantik yang ada di Halmahera adalah Pulau Bobale. 

Pulau kecil ini dikelilingi hamparan pasir putih dan air lautnya yang berwarna biru jernih. Meskipun ukurannya kecil, pulau yang sudah resmi dikelola oleh Dinas Pariwisata Halmahera ini masih menjadi lokasi favorit bagi banyak wisatawan untuk menyelam, snorkeling, atau sekadar menghabiskan waktu bermain pasir di bibir pantai. Khusus buat Anda yang ingin merasakan sensasi menyelam di Halmahera, datanglah pada bulan Oktober sampai Mei. Sedangkan para peselancar disarankan datang kemari pada bulan November dan Desember, ketika gelombang laut sedang berada pada titik tertingginya.

39. Raja Ampat – Papua Barat

Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Konon, tempat wisata ini merupakan lokasi penyelaman bawah laut terbaik di dunia karena keberagaman fauna dan flora bawah air yang dimilikinya. Menurut peneliti, 75% dari total terumbu karang di seluruh dunia terdapat di Raja Ampat. Tidak heran kalau banyak pelancong asing yang tergila-gila dengan keindahan wisata Raja Ampat. Jika berkunjung ke sini, cobalah menginap di kapal pinisi yang terdapat di lokasi. Meskipun harganya cukup mahal (Rp100 juta untuk 14 orang selama seminggu), Anda akan mendapatkan pengalaman berwisata yang tak terlupakan. 

Akses menuju Raja Ampat cukup mudah, dari Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum menuju Pelabuhan Sorong. Jangan lupa, di sini Anda harus mendaftarkan diri untuk bisa masuk kawasan wisata Raja Ampat. Dari Pelabuhan Sorong, Anda bisa menaiki kapal rakyat menuju ibu kota Raja Ampat dan mencari penginapan murah di sana. Nah, untuk menuju lokasi penyelaman, Anda bisa menyewa speedboat yang disediakan di sekitar lokasi.

40. Danau Sentani – Papua

Selain Raja Ampat, Papua juga memiliki pesona alam lain yang tak kalah cantik yakni Danau Sentani. Satu hal yang menjadi tempat wisata ini begitu menarik adalah keberadaan 22 pulau yang terdapat di sekitar danau. Meskipun sudah disahkan menjadi objek wisata, pemandangan alam di sekitar danau masih terjaga dengan baik. Hal inilah yang semakin meningkatkan minat wisatawan untuk menjejakkan kaki di danau seluas 9.360 hektar ini. Karena hutan mangrove dan kekayaan biota lautnya yang tak terbantahkan, Danau Sentani selalu jadi tempat menyelam favorit para pelancong. 

Jika tertarik, datanglah pada bulan Juni, sebab setiap Juni di sini rutin diselenggarakan Festival Danau Sentani, tempat Anda bisa menyaksikan Tarian Perang khas masyarakat Papua. Nah, itu dia 40 tempat wisata dengan pemandangan memesona yang ada di negeri kita tercinta, Indonesia. Kalau negeri ini saja punya segudang tempat menarik yang belum semuanya dijelajahi, untuk apa menghambur-hamburkan uang dengan melancong ke negara lain? Ayo, jelajahi Indonesia yang eksotis!


Itulah informasi tentang Cara Booking Hotel di Indonesia dan juga Destinasi Wisata yang paling terkenal tau terpopuler yang ada di Negara Kesatuan Indonesia tercinta ini.
Sejarah / Booking Hotel di Indonesia Sejarah / Booking Hotel di Indonesia Reviewed by Lydia Chyntia on 23:53:00 Rating: 5
Post a Comment
Powered by Blogger.