Hotel Search and Airline Ticket

Mengupas Sejarah Hotel di Indonesia

Karena banyaknya permintaan teman ,sahabat dan kerabat yang ingin tahu tentang Sejarah Hotel Indonesia, yang saat ini telah mengalami perkembangan yang semakin maju dan pesat saja.Setiap penginapan dan hotel yang didirikan tentu saja memiliki latar belakang dan sejarah masing2.Sejarah Hotel kadang ada juga yang berhubungan dengan bagaimana hotel tersebut didirikan dan karena faktor apa,serta siapa pemilik atau pendirinya.Kami mencoba sedikit dan secara ringkas untuk Mengupas Sejarah Hotel di Indonesia, terutama cikal bakal atau hotel yang pertaman didirikan di sebuah kota yang ada di Indonesia.

Hotel pertama di Indonesia adalah Hotel Indonesia (HI) yang dibangun 5 Agustus 1962 yang diresmikan oleh presiden RI pertama yaitu Ir Soekarno.Hotel di Indonesia yang didirikan oleh orang besar, tentu saja penginapan tersebut sudah memiliki nilai plus sejak awal didirikannya, karena nama besar sang pendiri yang memiliki pengaruh pada hotel yang bersangkutan.Atau siapa yang pernah menginap di tempat tersebut. Hanya yang pasti bermalam di sebuah hotel dimanapun itu berada bisa kita lakukan reservasi lewat Booking Hotel Paling Murah.

Bagaimana dengan Sejarah hotel di Indonesia Pentingkah? Ya ,tentu saja penting ,karena menjadi bagian tak terpisahkan dari Sejarah Hotel Dunia, yang merupakan sebuah data dan fakta yang mengikuti peradaban manusia di muka bumi ini.

Pada dasarnya keberadaan fungsi hotel adalah sarana penunjang kegiatan berpergian yang berjarak jauh dari tempat tinggal sehingga dibutuhkan sarana akomodasi untuk tempat beristirahat berupa kamar tidur.

       
Menurut Drs. Oka A.A. Yoeti, sejarah perhotelan sebenarnya sudah dimulai semenjak Mariam dan Yusuf membutuhkan tempat menginap sewaktu Mariam akan melahirkan Nabi Isa, hal ini sejalan dengan peradaban manusia yang selalu memerlukan tempat untuk berlindung sementara terhadap cuaca panas dan dingin dalam melakukan kegiatan perjalanan.
       
Pada masa kerajaan Romawi telah dibangun rumah penginanpan yang disebut “MANSIONES” yang berlokasi sepanjang jalan raya utama dengan jarak masing-masing sekitar 40 KM. Kemudian selama abad pertengahan, peraturan keagamaan di Eropa memerintahkan agar dibangun tempat-tempat menginap di sepanjang jalan yang dilalui orang ( road side inn ).
       
Pada waktu Perang Salib berkecamuk, banyak pengusaha rumah penginapan yang membangun tempat-tempat bagi para prajurit perang, juga bagi para peziarah yang sedang melancong ke tanah suci seperti tertulis di kitab Injil.
       
Selain itu, gereja-gereja yang ada juga memberikan pelayanan berupa penyediaan fasilitas beristirahat kepada para pelancong yang memerlukannya. Kebanyakan gereja pada waktu itu mempunyai dua buah dapur, yang satu untuk para Rahib yang tinggal disana dan yang lainnya untuk para pelancong yang bermalam. Tidak diambil pungutan biaya, tetapi diharapkan adanya sumbangan sukarela bagi mereka yang mampu.
       
Menurut  Jusupadi  Salmun SH, dalam  film -   film  Western  ( cowboy )  sekitar   tahun   1800 s.d 1900, sudah terdapat hotel yang bersebelahan dengan saloon dan bar restaurant, yang berarti sejak kehidupan tahun tersebut penyediaan hotel, motel, penginapan atau losmen telah dikenal orang sebagai sarana atau penunjang bagi para pelancong.
   
Hotel  dengan stadard yang lebih baik pertama-tama dibuat di Inggris, kemudian Perancis, Swiss dan beberapa negar terkenal lainnya. Sebuah penginapan di New York City menurut Willam S. Gray dan Salvatore C. Linguori telah memegang peranan penting dalam kancah Revolusi Hotel di Amerika.

Sebelumnya, sebuah Flat ( Mansion ) yang bernama De Lancey pada tahun 1762 telah berubah menjadi sebuah hotel dengan nama baru yaitu Queens Head Tavern. Dalam sejarahnya gedung ini tetap dipelihara dengan baik sebagai lambang yang mencerminkan masa lalu Amerika Serikat dan kini telah menjadi sebuah restaurant yang besar dengan nama Frannces Tavern. Kemudian menyusul hotel di Covent Garden tahun 1774 yang berdampingan dengan bioskop dekat Westminsfer di kota London.

   
Beberapa kalangan Amerika menganggap hotel yang benar-benar hotel dengan 170 kamar didirikan di New York tahun 1794 dengan nama City Hotel.

   
Kemudian menyusul Boston’s Tremont House dengan 270 kamar di tahun 1829 yang tidak hanya memberikan pelayanan untuk tinggal sementara, tetapi juga menyediakan ruangan untuk converence bagi masyarakat setempat.
   
Sejak itu maka menyusul hotel-hotel seperti ini :

   
Thn 1830-1850 - berdirinya Hotel Aster, The Palmer House dan The Sherman House di Chicago, Hotel planters di St. Louis.
   
Thn 1865 - berdiri The St. Pancras Station and Hotel di London
   
Thn 1875 – berdiri The Palace di San Fransisco dengan biaya $ 5 Juta, merupakan hotel terbesar dan termegah pada saat itu dengan jumlah 800 kamar.
   
Thn 1880 – berdiri Ellsworth Milton Statler di New York, yaitu hotel pertama yang dibangun untuk kepentingan “Business Travellers” dan merupakan “Chain Hotel” pertama di dunia.
   
Thn 1894 – berdiri The Netherlands Hotel di New York sebagai hotel pertama yang menggunakan sambungan telepohone yang connecting ke dalam setiap kamarnya.
   
Thn 1896 – berdiri hotel The Waldorf Astoria di New York.

   
Satu hal yang dapat dicatat mengenai lokasi hotel sebelum dan sesudah tahun 1900 di Amerika dan Eropa, umumnya berlokasi tidak jauh dari station kereta api. Akan tetapi, ketika dunia telah mengenal mobil dan pesawat terbang, lokasi hotel tidak lagi tergantung pada station kereta api, karena pemenuhan aspek aksibilitas melalui alat transportasi sudah bersifat diversifikatif sekali.

   
Sejarah perkembangan perhotelan di Indonesia belum banyak terungkap, juga belum banyak buku yang mengungkapkan masalah ini. Indonesia telah dikenal di dunia pariwisata sejak sebelum Perang Dunia ke I, tetapi jumlah wisatawan yang berkunjung masih terbilang ribuan.  Seiring dengan perkembangan kedatangan wisatawan asing ke indonesia yang lebih memerlukan sarana akomodasi pariwisata bersifat memadai, maka semasa penjajahan kolonial Belanda, mulai berkembanglah hotel-hotel di Indonesia. Dari buku PARIWISATA INDONESIA DARI MASA KE MASA tercatat hotel-hotel yang sudah hadir pada saat itu diantaranya :

   
Jakarta, dibangun Hotel Des Indes, Hotel Der Nederlanden, Hotel Royal dan Hotel Rijswijk.
   
Surabaya, berdiri Hotel Sarkies dan Hotel Oranje.
   
Semarang, berdiri Hotel Du Pavillion.
   
Malang, Palace Hotel.
   
Solo, Slier Hotel.
   
Yogyakarta, Grand Hotel ( sekarang Hotel Garuda )
   
Bandung, Hotel Savoy Homann, Hotel Preanger dan Pension Van Hangel ( kini
Hotel Panghegar ).
   
Bogor, Hotel Salak.
   
Medan, Hotel de Boer dan Hotel Astoria.
   
Makasar, Grand Hotel dan Staat Hotel.

   
Kebanyakan hotel-hotel itu sampai sekarang masih ada, ada yang menjadi Herritage, ada yang sudah direnovasi menjadi lebih baik dan ada juga yang telah diredevelopment total sehingga tidak ada lagi bentuk aslinya, seperti Hotel Des Indes yang dalam perkembangannya pernah menjadi Hotel Duta Indonesia, kini pertokoan Duta Merlin.
    

Setelah periode pemerintahan Orde Baru, pembangunan dan kehadiran hotel di Indonesia jauh dan sangat berkembang pesat. Terutama setelah masuknya beberapa chains ‘management’ hotel international yang banyak merambah ke kota-kota besar di Indonesia. Sejalan dengan berkembangnya hotel di indonesia ,wajah arsitektur hotel di Indonesia pun sangat berkembang dan inovative. Akan tetapi hal ini menjadi satu tolak ukur sejarah baru untuk Hotel di Indonesia.

Sejarah perkembangan Hotel di Eropa dan Amerika Kata hotel dulunya berasal dari kata HOSPITIUM (bahasa Latin) yang artinya ruang tamu. Dalam jangka waktu lama kata hospitium mengalami proses perubahan pengertian dan untuk membedakan antara Guest Room dan Masion House yang berkembang pada saat itu, maka rumah – rumah besar disebut HOSTEL. Kata hostel lambat laun huruf “s” pada kata hostel tersebut menghilang atau dihilangkan orang, sehingga kata hostel berubah menjadi hotel seperti yang dikenal sekarang.

Pada tahun 3000 Sebelum Masehi telah ada penginapan pertama yang berbentuk “ inn” , yaitu rumah – rumah pribadi dengan beberapa kamar yang disediakan bagi pejalan kaki untuk istirahat atau tidur. Kemudian tahun 961 Sesudah Masehi, di Swiss-Alpine , Augustinian Monks membangun hotel Le Grand Saint Bernard Hospice yang diperuntukkan bagi orang yang berziarah dari dan ke Roma

Pada masa kerajaan Romawi telah dibangun rumah penginanpan yang disebut “MANSIONES” yang berlokasi sepanjang jalan raya utama dengan jarak masing-masing sekitar 40 KM. Kemudian selama abad pertengahan, peraturan keagamaan di Eropa memerintahkan agar dibangun tempat-tempat menginap di sepanjang jalan yang dilalui orang ( road side inn ).

Categories: , ,

0 komentar:

http://daftarnamahotel.blogspot.com/2016/08/tempat-wisata-di-jogja-dan-sekitarnya.html http://daftarnamahotel.blogspot.com/2014/02/daftar-hotel-di-garut-jawa-barat.html http://namanamapenginapan.blogspot.com/ http://daftarnamahotel.blogspot.com/2017/05/cek-cari-pesan-tiket-pesawat-murah.html http://daftarnamahotel.blogspot.com/2017/05/cara-booking-hotel-di-pegipegicom.html http://daftarnamahotel.blogspot.com/2014/06/hotel-terbaik-di-bandung.html http://daftarnamahotel.blogspot.com/2015/08/cari-info-tarif-hotelmurah-di-cianjur.html http://daftarnamahotel.blogspot.com/2013/09/daftar-hotel-di-pantai-kuta-bali.html http://daftarnamahotel.blogspot.com/2017/01/hotel-bintang-5-di-jakarta.html http://daftarnamahotel.blogspot.com/2013/08/daftar-nama-hotel-di-jakarta.html http://daftarnamahotel.blogspot.com/2013/08/daftar-nama-hotel-di-bandung.html

Copyright © Situs Booking Hotel Online | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑